Bulan: Desember 2018

Penjualan Apartemen Green Pramukacity Naik Significant

 

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Pemasaran PT Duta Paramindo Sejahtera Jeffry Yamin proyek apartemen Green Pramuka City di Jakarta Pusat bakal hingga akhir tahun ini akan membukukan kenaikan penjualan yang cukup signifikan. Kenaikan ini bertolak belakang dengan penjualan sepanjang dua tahun lalu yang sangat lemah.
Sejak tahun lalu hingga September ini, dari proyek Green Pramuka City di Jakarta Pusat perusahaan sudah meraup penjualan untuk 1.800-an unit. Adapun dari unit siap huni sekitar 1.700 unit diharapkan dapat terjual hingga 90 persen sepanjang kuartal IV tahun 2017 ini.
Untuk mengejar target itu, kata Jeffry, perusahaan berencana menggelar sejumlah promo akhir tahun yang menarik. “Promo untuk Oktober saja kami akan beri kemudahan cicilan hingga 120 kali bagi konsumen yang tidak memenuhi persyaratan perbankan untuk mengambil kredit pinjaman tetapi lulus BI checking,” katanya akhir pekan lalu.
Bila dibandingkan dengan penjualan properti pada 2014-2015 yang menurun, PT Duta Paramindo Sejahtera justru mencatatkan peningkatan yang signifikan hingga 200 persen.
Menurut Jeffry, saat ini perusahaan memiliki sembilan menara yang sudah siap dihuni. Untuk menara delapan yang dilepas tahun lalu sudah mencatatkan penjualan 60 persen, sedangkan menara kesembilan yang dirilis Juli lalu sudah terjual sekitar 40 persen atau 400 unit studio seharga Rp 400 jutaan sudah habis.
Adapun harga tiap unit yang saat ini berkisar dari Rp 400 jutaan — Rp 1 miliar. Menurut Jeffry, proyek apartemen kelas menengah milik perusahaan masih menjadi yang terfavorit di kelasnya karena akses yang mudah untuk menjangkau ruang publik maupun transportasi umum.
Sejak 2010 mulai dibangun, proyek apartemen ini telah menjalani dua tahap pengembangan dengan sembilan menara di dalamnya. Rencananya, ada dua tahap pengembangan lagi yang akan dilakukan dengan membangun delapan menara baru sehingga total mencapai 17 menara.
Sumber : tempo.com

Ini alasan kuat pembayaran ipl oleh penghuni apartemen

VIVA.co.id – IPL atau Iuran Pemeliharaan Lingkungan sering menimbulkan pro dan kontra di lingkungan penghuni rumah susun maupun apartemen. Apa itu IPL dan bagaimana penghitungan yang sebenarnya sehingga menjadi nilai yang harus dibayarkan oleh penghuni?
Property Manager rusunami Green Pramuka City Suyatno Surorejo mengatakan, bahwa sebelum masuk penghitungan IPL maka perlu diketahui bahwa rumah susun atau apartemen memiliki benda, tanah dan bagian bersama. IPL sendiri perlu dikeluarkan untuk melestarikan dan menjaga fungsi hal-hal tersebut.
Suyatno mengatakan, untuk bisa mengoperasionalkan dan merawat tiga komponen itu maka diperlukan biaya yang dikeluarkan tiap bulannya oleh pengelola melalui iuran yang dibayarkan penghuni rusun atau apartemen.
“Contoh, semua lift tiap tower harus berfungsi baik, penerangan harus terpelihara, setiap kolam renang harus bersih, instalasi listrik dan air juga harus terawat, jogging track harus rapi dan bersih, children playground layak. Itu semua perlu pembiayaan pemeliharaan operasional yang digunakan untuk kepentingan bersama. Itulah beberapa fungsi IPL,” ujarnya. Karenanya, penting kata dia, setiap penghuni rusun maupun apartemen untuk mengerti definisi hingga tujuan pembayaran IPL yang dibebankan kepada mereka.

“Mestinya penghuni sudah mengerti, tetapi ada juga yang mengerti tetapi pura-pura tidak mengerti. Yang jadi konsentrasi kami adalah bahwa mereka (penghuni) harus memahami bahwa hal-hal tersebut harus dipelihara,” ujarnya. Ia juga menyampaikan, saat ini biaya IPL untuk di rusunami Green Pramuka City masih ditentukan oleh pengelola, hingga nantinya setelah terbentuk PPPSRS yang sah, barulah ditentukan oleh PPPSRS.
Menurut Suyatno, pada saatnya nanti setiap apartemen akan ada perhimpunan pemilik dan penghuni, kapan? Apabila pertelaan dan sertifikat sudah dipecah dan diserahkan kepada pemilik. PPPSRS mengelola tanah, benda dan bagian bersama, yang mana ketiga hal itu dicantumkan dalam pertelaan yang juga pertelaan sebagai dasar penerbitan sertifikat. Itulah kenapa pembentukan PPPSRS setelah adanya pemecahan sertifikat,katanya. Sumber : viva.co.id

Sertifikasi Apartemen Bisa lebih mudah dengan aturan ini

VIVA – Pengembang apartemen optimistis, aturan pengelolaan rumah susun bisa segera dikeluarkan pemerintah. Payung hukum tersebut menjadi insentif yang saat ini ditunggu para pengembang hunian vertikal. Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin mengungkapkan, dengan adanya aturan tersebut, proses penerbitan sertifikat hak milik tinggal di apartemen yang selama memakan waktu bisa dipercepat. Sehingga tidak memberikan dampak buruk terhadap industri properti. “Jika terus dibiarkan akan mengganggu iklim pertumbuhan hunian vertikal,” kata Jeffry, dikutip melalui keterangannya, Jakarta, Kamis 9 November 2017.
Jeffry menjelaskan, pengembang saat ini harus mengajukan akta pemisahan kepada Badan Pertahanan Nasional, sebelum mengajukan sertifikat hak milik. Terbitnya aturan tersebut, pun diklaim bisa mempercepat proses penerbitan sertifikasi hak milik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun diharapkan dapat segera menyelesaikan Peraturan Gubernur yang disusun berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Rusun. Aturan tersebut, sempat dibahas di era Pelaksana Tugas Gubernur DKI Sumarsono.
“Ide Pak Sumarsono adalah, Pergub dapat menjadi diskresi dari Pemprov DKI bagi pengelola apartemen atau rumah susun di Jakarta sebelum terbit PP turunan UU No. 20 Tahun 2011,” katanya. Meski demikian, Jeffry meminta pembahasan aturan tersebut harus tetap menggandeng sejumlah pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, asosiasi pengembang, Yayasan Lembaga Konsumen, sampai dengan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.
Sumber : VIVA.co.id

Uniknya Apartemen Green Pramuka City Dilengkapi jajanan pedagang kaki lima

Liputan6.com, Jakarta Kawasan hunian apartemen pada biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga mal. Namun hal yang unik dan berbeda dilakukan apartemen Green Pramuka, selain menghadirkan fasilitas pada umunya, juga menghadirkan pilihan kuliner dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini merupakan salah satu cata melolaan PKL oleh pengembang Apartemen Green Pramuka yang melalui upaya dialog yang harmonis sehingga tercipta komunitas pedagang di dalam lingkungan hunian.
“Selama ini para pengelola mal dan apartemen di Jakarta cenderung enggan berbagi tempat dengan para PKL dengan berbagai alasan. Jika kemudian menyediakan tempat, dilakukan dengan menetapkan tarif yang tinggi. Kami justru sebaliknya, para PKL kami ajak untuk masuk ke lingkungan hunian,” kata Jeffry Yamin Marketing Director Green Pramuka City seperti pada rilis yang diterima Liputan6.com, Sabtu (19/1/2018). General Manager Green Pramuka Square, Liza Monalisa dalam kesempatan yang sama menuturkan dengan adanya integrasi tersebut sajian kuliner di lingkungan apartemen dapat dilakukan sepanjang hari mulai pukul 06.00 WIB sampai malam jam 24.00 WIB.

Kuliner kaki lima di kawasan apartemen

Pada pagi jam 06.00-10.00 WIB sebelum gerai makanan Green Pramuka Square buka, para PKL menyediakan beragam sajian sarapan pagi mulai dari sejumah kudapan ringan hingga yang agak berat seperti nasi pecel, nasi uduk, lontong sayur, bubur Manado, soto ayam hingga mie ayam.Green Pramuka City
Ketika mal mulai buka pada jam 10.00 WIB hingga jam 22.00 WIB tersedia beragam makanan yang ditawarkan tenant mal dan food court. Kemudian ketika mal tutup, street food kembali hadir dengan sajian seperti sate Padang, angkringan, hingga nasi goreng kepiting. Untuk menjaga ketertiban dan kebersihan kuliner jalanan yang dijajakan PKL yang berada di dalam lingkungan hunian wajib mematuhi kesepakatan bersama yang telah dirumuskan oleh para pedagang dan pengembang Green Pramuka City.

Kuliner kaki lima di kawasan apartemen

Dengan sistem win-win solution ini, menurut Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin justru menjawab kebutuhan para penghuni apartemen yang ingin mencari selingan bagi kuliner di dalam mal. Pada sisi lain, dengan PKL yang tertata, lingkungan apartemen lebih semarak. “Jangan sampai ketika kawasan terpadu yang nanti dibangun di banyak titik berjalan ke arah yang salah dimana bukan lingkungan modern yang diharapkan justru menjadi lingkungan yang padat dan kumuh,” tambah Yamin. Dengan adanya sajian kuliner hampir 24 jam, membuat para penghuni merasa nyaman. Para penghuni tidak perlu lagi pergi jauh untuk mencari makanan. Berbagai macam makanan tersedia di tempat ini, dari mulai sarapan pagi, makan siang sampai jajanan malam.
Sumber :Liputan6.com

Apartemen Green Pramuka City Apartemen yang harganya Terjangkau

Menjelang awal Tahun 2018 ini makin banyak Apartemen di Jakarta yang ada di semua Kawasan DKI Jakarta, baik yang berlokasi di Jakarta Utara, Barat,Timur,Selatan dan juga Jakarta Pusat. Salah satunya adalah Apartemen Green Pramuka City yang termasuk apartemen murah juga dilihat dari harganya yang tertera dan tarif sewanya.
Selain tempat tinggal biasa, yang namanya apartemen sekarang ini sudah lazim dan umum menjadi sebuah hunian yang banyak dipilih orang yang tinggal di kota – kota besar yang ada di negeri ini.Bila kita memiliki dana yang terbatas, bisa memilih hunian yang letak dan lokasinya strategis ini sebagai tempat tinggal atau untuk melakukan kegiatan lain yang berdekatan dengan pusat pemerintahan di negara ini. Karenanya dalam memilih sebuah apartemen haruslah hati2 dan teliti, agar kita bisa merasakan kenyamanan dan keamanan yang prima yang diberikan oleh sebuah hunian di masa depan ini.
Perizinan dan juga tata ruang serta lokasi sebuah apartemen menjadi hal yang sangat penting kita ketahui sebelum menentukan sebuah pilihan.Apartemen Green Pramuka City Jakarta Pusat merupakan salah satu apartemen terbaik di kelasnya berdasarkan pada penilaian BTN . Namun satu hal yang jelas adalah tentang tarif sewa atau harga dari Apartemen Green pramuka City merupakan sebuah apartemen yang harganya terjangkau semua orang.

Pemasaran Green Pramuka City dinilai Tepat Sasaran

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta – PT Duta Paramindo Sejahtera, pengembang apartemen Green Pramuka City, dinilai berhasil melakukan komunikasi pemasaran yang kreatif, terpadu, dan tepat sasaran sehingga dinilai efektif dan efisien mendukung pertumbuhan properti di Tanah Air. Menurut Irvandawisnu Andreka, Marketing Communication Manager Green Pramuka City, meraih predikat terbaik Property Award 2018 untuk kriteria Top Marketing Communication khusus bagi pengembang apartemen yang mampu memadukan komunikasi pemasaran sehingga lebih efektif bagi masyarakat.
“Panitia memantau keberhasilan komunikasi pemasaran Green Pramuka City melalui jejak pemberitaan, komunikasi sosial media hingga aktivitas above the line maupun below the line yang membuat masyarakat khususnya generasi milenial dengan mudah mendapatkan informasi tentang ketersediaan hunian terbaik dan terjangkau,” tuturnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (10/4/2018). Keberhasilan Green Pramuka City meraih apresiasi Property Award 2018 tersebut tidak lepas dari hasil kerja keras tim pemasaran melihat perlambatan pertumbuhan properti di Indonesia sepanjang 2017 secara umum justru merupakan kesempatan bagi pengembang untuk mengedukasi maupun menjangkau pasar baru. “Sejumlah strategi pemasaran yang dilakukan tim Green Pramuka City selama ini dinilai merupakan breakthrough di tengah kondisi perlambatan pertumbuhan properti di Indonesia. Kita dinilai berhasil mengedukasi dan menjangkau pasar baru. Hal ini membuat Green Pramuka City sejajar dengan 45 pengembang besar Tanah Air,” paparnya.
Property Award 2018 merupakan penghargaan bagi pengembang di Tanah Air yang diberikan Warta Ekonomi dengan melihat prospek pertumbuhan properti di Tanah Air yang menjanjikan dan semakin semarak para pemain baru. Beragam produk properti mulai dipasarkan, baik oleh perusahaan pengembang berpengalaman maupun baru. Semakin banyak pemain yang berkecimpung dalam industri ini, para pengembang semakin terpacu untuk lebih baik lagi dalam memasarkan produknya melalui komunikasi pemasaran (marketing communication). Marketing Communication merupakan usaha sebuah perusahaan dalam menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk atau merek yang dijual.
Dalam marketing communication, panitia Property Award 2018 sekaligus melihat komunikasi pemasaran secara eksternal yang meliputi advertising, promotions, dan public relations. Komunikasi produk properti dan real estate yang baik akan berpengaruh pada tingkat penjualan properti itu sendiri. Property Award 2018 memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil dalam melakukan kegiatan marketing communication, meliputi advertising (cara beriklan perusahaan), promotion (cara kreatif dalam mengenalkan produk properti kepada masyarakat), dan public relations (kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam pengenalan produk properti).
Selain itu, dilakukan pula penilaian menggunakan tools media monitoring melalui 40 media online di Indonesia. Hal ini dapat menunjukkan seberapa besar media coverage terhadap perusahaan properti. Sekadar informasi, Green Pramuka City, Jakarta Pusat merupakan apartemen yang dibangun di atas lahan seluas 12,9 hektare dengan lingkungan yang memiliki konsep Superblok, One Stop Living, & Green Living Concepts untuk penghuni. Dengan tidak meninggalkan konsep awal dari proyek ini, yaitu hunian berlokasi strategis yang merupakan pertemuan dari 3 wilayah Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur), mudah dijangkau dengan akses gerbang Tol Cempaka Mas, Tol Sunter, dan Tol Rawamangun, serta dibangun dengan konsep hijau dengan 80% ruang terbuka dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sumber : WartaEkonomi.co.id