Siapa yang tidak tahu tentang Drone pada zaman milenial ini? Tentunya semua tahu dan mungkin sebagian di antara kita sudah pernah yang menggunakannya. Perlu diingat bahwa Drone adalah mini pesawat dengan kemampuan terbang menggunakan pengendali remot.

Jadi, sudah pasti ada peraturan yang harus dipatuhi agar arah terbangnya Drone tidak mengganggu lalu lintas udara Indonesia sesuai peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak tertanggal 12 Mei 2015. Pengguna Drone harus bijak dalam menerbangkan Drone tersebut.

Green Pramuka City dan Ide Lomba Drone

Peraturan tentang Drone yang diterbitkan Menteri Perhubungan ini dikarenakan penggunaan pilot pesawat tanpa awak ini masih sering menyalahi aturan dalam menerbangkan Drone miliknya. Contoh yang paling nyata adalah masih ditemuinya penggunaan Drone di sekitar bandara, yang sudah pasti akan sangat mengganggu lalu lintas pesawat terbang dengan penumpang tersebut. Belum lagi tentang perizinan terbang ataupun perizinan kepemilikan Drone tersebut.

Berkaitan dengan usia dan kemampuan yang dimiliki pemilik. Dari paparan tersebutlah, lomba ini diselenggarakan agar memacu kesadaran tentang adanya peraturan penggunaan Drone oleh sipil. Dan memperkecil pelanggaran dengan Drone di tempat umum.

Keunikan Drone inilah yang membuat diadakannya lomba video Drone yang diselenggarakan oleh Green Pramuka City. Lomba ini, menurut Head of Communication dari Green Pramuka City diadakan murni untuk mencari anak-anak kreatif dalam pembuatan video dan yang mampu menerapkan peraturan dalam penggunaan Drone.

Dimana video yang dihasilkan haruslah sesuai dengan patokan sinematografi dan memiliki pesan didalamnya. Pesan yang diangkat pun juga harus jelas dan bermanfaat bagi generasi muda seusia mereka khususnya, untuk masyarakat Indonesia umumnya.

Submit Video Melalui Website

Lomba kreativitas video Drone ini berlangsung dalam periode bulan Oktober hingga November 2019. Para peserta lomba kreativitas ini harus sudah mengirimkan video karyanya pada tanggal 25 November 2019 dan diunggah melalui website Skygrapher.id.

Lomba ini diikuti oleh sekitar 60 peserta dari Jakarta dan wilayah sekitarnya. Karya anak-anak bangsa ini akan di seleksi oleh juri yang sudah kompeten di dunia sinematografi dan film maker yaitu Bram Aditya. Nantinya, 3 besar pemenang lomba video Drone ini akan mendapatkan hadiah senilai hingga puluhan juta rupiah.

Proses penjurian pun sangat ketat dan para juri benar-benar mencari video yang unik dengan pesan sosial bagus yang berbeda dari yang umumnya ada. Autentifikasi dari video adalah yang utama. Bram juga menambahkan bahwa konten video Drone tidak jauh berbeda dengan video biasa karena juga harus bisa sebagai story telling dari kumpulan gambar yang ada. Pihak Green Pramuka City juga menerangkan bahwa pelaksanaan lomba ini merupakan bentuk apresiasi dari komunitas Drone yang ada di Indonesia yang dalam praktiknya Drone ini dapat membantu dalam kegiatan perusahaan kecil maupun besar.

Lusida, selaku pentolan di Green Pramuka City juga mengatakan bahwa memahami penggunaan Drone, berawal sebagai hobi, yang lama kelamaan menjadi kreativitas dan menghasilkan karya yang bermuara pada bentuk jasa untuk digunakan perusahaan dalam berkegiatan.

Berawal dari keisengan yang bisa menjadi lahan pekerjaan bagi beberapa orang. Dengan demikian akan banyak lapangan pekerjaan dari Drone ini yang akan membantu pembukaan lapangan pekerjaan bagi semua orang terutama orang-orang kreatif. Paling tidak akan ada banyak video

Recommended Posts